Sunday, September 29, 2019

Bercinta Dengan Mamud Yang Bahenol


KUMPULAN CERITA SEX - Penikmat dan penggemar cerita dewasa mau membaca yang baru ga ni karena ada cerita yang seru buat kamu baca malam ini kalau udah siap langsung di baca aja di bawah ini ya...

Pada suatu siang sekitar jam 12-an aku berada di sebuah toko buku G di Gatot Subroto untuk membeli majalah edisi khusus, yang katanya sih edisi terbatas. Hari itu aku mengenakan kaos t-shirt putih dan celana katun abu-abu.

Sebenarnya potongan badanku sih biasa saja, tinggi 170 cm berat 63 kg, badan cukup tegap, rambut cepak. Wajahku biasa saja, bahkan cenderung terkesan sangar. Agak kotak, hidung biasa, tidak mancung dan tidak pesek, mataku agak kecil selalu menatap dengan tajam, alisku tebal dan jidatku cukup pas deh. Jadi tidak ada yang istimewa denganku.
capsa | capsa online | daftar domino online | poker capsa | hawaiqq | game capsa susun online | game online capsa susun | whatsapp | game kartu |

Saat itu keadaan di toko buku tersebut tidak terlalu ramai, meskipun saat itu adalah jam makan siang, hanya ada sekitar 7-8 orang. Aku segera mendatangi rak bagian majalah. Nah, ketika aku hendak mengambil majalah tersebut ada tangan yang juga hendak mengambil majalah tersebut. Kami sempat saling merebut sesaat (sepersekian detik) dan kemudian saling melepaskan pegangan pada majalah tersebut hingga majalah tersebut jatuh ke lantai. "Maaf.." kataku sambil memungut majalah tersebut dan memberikannya kepada orang tersebut yang ternyata adalah seorang wanita yang berumur sekitar 37 tahun (dan ternyata tebakanku salah, yang benar 36 tahun), berwajah bulat, bermata tajam (bahkan agak berani), tingginya sama denganku (memakai sepatu hak tinggi), dan dadanya cukup membusung. "Busyet! molek juga nih ibu-ibu", pikirku.

"Nggak pa-pa kok, nyari majalah X juga yah.. saya sudah mencari ke mana-mana tapi nggak dapet", katanya sambil tersenyum manis.
"Yah, edisi ini katanya sih terbatas Mbak.."
"Kamu suka juga fotografi yah?"
"Nggak kok, cuma buat koleksi aja kok.."
Lalu kami berbicara banyak tentang fotografi sampai akhirnya, "Mah, Mamah.. Ira sudah dapet komiknya, beli dua ya Mah", potong seorang gadis cilik masih berseragam SD.
"Sudah dapet Ra.. oh ya maaf ya Dik, Mbak duluan", katanya sambil menggandeng anaknya.
Ya sudah, nggak dapat majalah ya nggak pa-pa, aku lihat-lihat buku terbitan yang baru saja.

Sekitar setengah jam kemudian ada yang menegurku.
"Hi, asyik amat baca bukunya", tegur suara wanita yang halus dan ternyata yang menegurku adalah wanita yang tadi pergi bersama anaknya. Rupanaya dia balik lagi, nggak bawa anaknya.
"Ada yang kelupaan Mbak?"
"Oh tidak."
"Putrinya mana, Mbak?
"Les piano di daerah Tebet"
"Nggak dianter?
"Oh, supir yang nganter."
Kemudian kami terlibat pembicaraan tentang fotografi, cukup lama kami berbicara sampai kaki ini pegal dan mulut pun jadi haus. Akhirnya Mbak yang bernama Maya tersebut mengajakku makan fast food di lantai bawah. Aku duduk di dekat jendela dan Mbak Maya duduk di sampingku. Harum parfum dan tubuhnnya membuatku konak. Dan aku merasa, semakin lama dia semakin mendekatkan badannya padaku, aku juga merasakan tubuhnya sangat hangat.

Busyet dah, lengan kananku selalu bergesekan dengan lengan kirinya, tidak keras dan kasar tapi sehalus mungkin. Kemudian, kutempelkan paha kananku pada paha kirinya, terus kunaik-turunkan tumitku sehingga pahaku menggesek-gesek dengan perlahan paha kirinya. Terlihat dia beberapa kali menelan ludah dan menggaruk-garukkan tangannya ke rambutnya. Wah dia udah kena nih, pikirku. Akhirnya dia mengajakku pergi meninggalkan restoran tersebut.

"Ke mana?" tanyaku.
"Terserah kamu saja", balasnya mesra.
"Kamu tahu nggak tempat yang privat yang enak buat ngobrol", kataku memberanikan diri, terus terang aja nih, maksudku sih motel.
"Aku tahu tempat yang privat dan enak buat ngobrol", katanya sambil tersenyum.
Kami menggunakan taksi, dan di dalam taksi itu kami hanya berdiam diri lalu kuberanikan untuk meremas-remas jemarinya dan dia pun membalasnya dengan cukup hot. Sambil meremas-remas kutaruh tanganku di atas pahanya, dan kugesek-gesekkan. Hawa tubuh kami meningkat dengan tajam, aku tidak tahu apakah karena AC di taksi itu sangat buruk apa nafsu kami sudah sangat tinggi.

Kami tiba di sebuah motel di kawasan kota dan langsung memesan kamar standart. Kami masuk lift diantar oleh seorang room boy, dan di dalam lift tersebut aku memilih berdiri di belakang Mbak Maya yang berdiri sejajar dengan sang room boy. Kugesek-gesekan dengan perlahan burungku ke pantat Mbak Maya, Mbak Maya pun memberi respon dengan menggoyang-goyangkan pantatnya berlawanan arah dengan gesekanku. Ketika room boy meninggalkan kami di kamar, langsung kepeluk Mbak Maya dari belakang, kuremas-remas dadanya yang membusung dan kucium tengkuknya. "Mmhh.. kamu nakal sekali deh dari tadi.. hhm, aku sudah tidak tahan nih", sambil dengan cepat dia membuka bajunya dan dilanjutkan dengan membuka roknya. Ketika tangannya mencari reitsleting roknya, masih sempat-sempatnya tangannya meremas batanganku.


Dia segera membalikkan tubuhnya, payudaranya yang berada di balik BH-nya telah membusung. "Buka dong bajumu", pintanya dengan penuh kemesraan. Dengan cepat kutarik kaosku ke atas, dan celanaku ke bawah. Dia sempat terbelalak ketika melihat batang kemaluanku yang sudah keluar dari CD-ku. Kepala batangku cuma 1/2 cm dari pusar. Aku sih tidak mau ambil pusing, segera kucium bibirnya yang tipis dan kulumat, segera terjadi pertempuran lidah yang cukup dahsyat sampai nafasku ngos-ngosan dibuatnya.

Sambil berciuman, kutarik kedua cup BH-nya ke atas (ini adalah cara paling gampang membuka BH, tidak perlu mencari kaitannya). Dan bleggh.., payudaranya sangat besar dan bulat, dengan puting yang kecil warnanya coklat dan terlihat urat-uratnya kebiruan. Tangan kananku segera memilin puting sebelah kiri dan tangan kiriku sibuk menurunkan CD-nya. Ketika CD-nya sudah mendekati lutut segera kuaktifkan jempol kaki kananku untuk menurunkan CD yang menggantung dekat lututnya, dan bibirku terus turun melalui lehernya yang cukup jenjang. Nafas Mbak Maya semakin mendengus-dengus dan kedua tangannya meremas-remas buah pantatku dan kadang-kadang memencetnya.
game capsa susun | domino qiu | main capsa online | daftar capsa online | JUDI ONLINE TERPERCAYA | 8 GAMES 1 USER ID | AGEN CAPSUN | SITUS DOMINO

Akhirnya mulutku sampai juga ke buah semangkanya. Gila, besar sekali.. ampun deh, kurasa BH-nya diimpor secara khusus kali. Kudorong tubuhnya secara perlahan hingga kami akhirnya saling menindih di atas kasur yang cukup empuk. Segera kunikmati payudaranya dengan menggunakan tangan dan lidahku bergantian antara kiri dan kanan. Setelah cukup puas, aku segera menurunkan ciumanku semakin ke bawah, ketika ciumanku mencapai bagian iga, Mbak Maya menggeliat-geliat, saya tidak tahu apakah ini karena efek ciumanku atau kedua tanganku yang memilin-milin putingnya yang sudah keras. Dan semakin ke bawah terlihat bulu kemaluannya yang tercukur rapi, dan wangi khas wanita yang sangat merangsang membuatku bergegas menuju liang senggamanya dan segera kujilat bagian atasnya beberapa kali.

Kulihat Mbak Maya segera menghentak-hentakkan pinggulnya ketika aku memainkan klitorisnya. Dan sekarang terlihat dengan jelas klitorisnya yang kecil. Dengan rakus kujilat dengan keras dan cepat. Mbak Maya bergoyang (maju mundur) dengan cepat, jadi sasaran jilatanku nggak begitu tepat, segera kutekan pinggulnya. Kujilat lagi dengan cepat dan tepat, Mbak Maya ingin menggerak-gerakkan pinggulnya tapi tertahan. Tenaga pinggulnya luar biasa kuatnya. Aku berusaha menahan dengan sekuat tenaga dan erangan Mbak Maya yang tadinya sayup-sayup sekarang menjadi keras dan liar. Dan kuhisap-hisap klitorisnya, dan aku merasa ada yang masuk ke dalam mulutku, segera kujepit diantara gigi atasku dan bibir bawahku dan segera kugerak-gerakkan bibir bawahku ke kiri dan ke kanan sambil menarik ke atas. Mbak Maya menjerit-jerit keras dan tubuhnya melenting tinggi, aku sudah tidak kuasa untuk menahan pinggulnya yang bergerak melenting ke atas. Terasa liang kewanitaannya sangat basah oleh cairan kenikmatannya. Dan dengan segera kupersiapkan batanganku, kuarahkan ke liang senggamanya dan, "Slebb.." tidak masuk, hanya ujung batanganku saja yang menempel dan Mbak Maya merintih kesakitan.

"Pelan-pelan Ndi", pintanya lemah.
"Ya deh Mbak", dan kuulangi lagi, tidak masuk juga. Busyet nih cewek, sudah punya anak tapi masih kayak perawan begini. Segera kukorek cairan di dalam liang kewanitaannya untuk melumuri kepala kemaluanku, lalu perlahan-lahan tapi pasti kudorong lagi senjataku. "Aarrghh.. pelan Ndi.." Busyet padahal baru kepalanya saja, sudah susah masuknya. Kutarik perlahan, dan kumasukan perlahan juga. Pada hitungan ketiga, kutancap agak keras. "Arrhhghh.." Mbak Maya menjerit, terlihat air matanya meleleh di sisi matanya.

"Kenapa Mbak, mau udahan dulu?" bisikku padda Mbak Maya setelah melihatnya kesakitan.
"Jangan Ndi, terus aja", balasnya manja.
Kemudian kumainkan maju mundur dan pada hitungan ketiga kutancap dengan keras. Yah, bibir kemaluannya ikut masuk ke dalam. Wah sakit juga, habis sampai bulu kemaluannya ikut masuk, bayangkan aja, bulu kemaluan kan kasar, terus menempel di batanganku dan dijepit oleh bibir kewanitaan Mbak Maya yang ketat sekali.

Dengan usaha tiga hitungan tersebut, akhirnya mentok juga batanganku di dalam liang senggama Mbak Maya. Terus terang saja, usahaku ini sangat menguras tenaga, hal ini bisa dilihat dari keringatku yang mengalir sangat deras.

Setelah Mbak Maya tenang, segera senjataku kugerakkan maju mundur dengan perlahan dan Mbak Maya mulai menikmatinya. Mulai ikut bergoyang dan suaranya mulai ikut mengalun bersama genjotanku. Akhirnya liang kewanitaan Mbak Maya mulai terasa licin dan rasa sakit yang diakibatkan oleh kasar dan lebatnya bulu kemaluannya sedikit berkurang dan bagiku ini adalah sangat nikmat.

Baru sekitar 12 menitan menggenjot, tiba-tiba dia memelukku dengan kencang dan, "Auuwww..", jeritannya sangat keras, dan beberapa detik kemudian dia melepaskan pelukannya dan terbaring lemas.
"Istirahat dulu Mbak", tanyaku.
"Ya Ndi.. aku ingin istirahat, abis capek banget sich.. Tulang-tulang Mbak terasa mau lepas Ndi", bisiknya dengan nada manja.
"Oke deh Mbak, kita lanjutkan nanti aja..", balasku tak kalah mesranya.
"Ndi, kamu sering ya ginian sama wanita lain..", pancing Mbak Maya.
"Ah nggak kok Mbak, baru kali ini", jawabku berbohong.
"Tapi dari caramu tadi terlihat profesional Ndi, Kamu hebat Ndi.. Sungguh perkasa", puji Mbak Maya.
"Mbak juga hebat, lubang surga Mbak sempit banget sich.., padahal kan Mbak udah punya anak", balasku balik memuji.
"Ah kamu bisa aja, kalau itu sich rahasia dapur", balasnya manja.
Kamipun tertawa berdua sambil berpelukan.
game capsa susun | domino qiu | main capsa online | daftar capsa online | JUDI ONLINE TERPERCAYA | 8 GAMES 1 USER ID | AGEN CAPSUN | SITUS DOMINO

Tak terasa karena lelah, kami berdua tertidur pulas sambil berpelukan dan kami kaget saat terbangun, rupanya kami tertidur selama tiga jam. Kami pun melanjutkan permainan yang tertunda tadi. Kali ini permainan lebih buas dan liar, kami bercinta dengan bermacam-macam posisi. Dan yang lebih menggembirakan lagi, pada permainan tahap kedua ini kami tidak menemui kesulitan yang berarti, karena selain kami sudah sama-sama berpengalaman, ternyata liang senggama Mbak Maya tidak sesempit yang pertama tadi, mungkin karena sudah ditembus oleh senjataku yang luar biasa ini sehingga kini lancarlah senjataku memasuki liang sorganya. Tapi permainan ini tidak berlangsung lama karena Mbak Maya harus cepat-cepat pulang menemui anaknya yang sudah pulang dari les piano. Tapi sebelum berpisah kami saling memberikan alamat dan nomer telepon sehingga kami bisa bercinta lagi di lain saat dengan tenang dan damai.

Tergoda Rayuan Cowok Play Boy


KUMPULAN CERITA SEX - Kisah ini sedikit ada hubungannya dengan tempat dimana aku dulu bertemu Yuni. Aku kadang-kadang masih nongkrong di tempat dulu aku bertemu dengannya dengan harapan bisa bertemu dengannya. Saat aku duduk di sana dan berharap untuk bertemu lagi dengannya, peristiwa ini terjadi.

Selagi duduk-duduk di halte sambil baca koran dan sesekali memperhatikan sekelilingku, ternyata sudah ada wanita setengah baya duduk di sebelahku. Kelihatannya baru pulang kerja. Tidak sulit untuk membuka percakapan. Kusapa dia dan setelah ngobrol beberapa saat aku tahu namanya Yanti, umurnya empat puluhan, tubuh mungil 155 cm, kulit agak gelap, rambut tebal agak lurus. Berasal dari Nusa Tenggara Barat, sekarang tinggal di Ciputat. Secara umum dari keadaan fisiknya paling tinggi kunilai 6,5.
domino qiu | main capsa online | daftar capsa online | JUDI ONLINE TERPERCAYA | 8 GAMES 1 USER ID | AGEN CAPSUN | SITUS DOMINO |

Rasa penasaran dan fantasi tentang kuda Sumbawa yang sangat terkenal serta iklan khasiat susu kuda liar dari Nusa Tenggara tiba-tiba saja memenuhi benakku. Dengan memutar otak aku berpikir bagaimana caranya aku dapat merasakan tubuhnya. Orangnya tidak cantik memang, tapi karena ingin merasakan sensasi naik kuda Sumbawa aku jadi cari akal untuk mengarahkan pembicaraan dan membuka jalan.

“Eiihh, lapar juga..”, kataku bergumam agak keras seolah-olah berbicara sendiri.
Ia menatapku sejenak, tanpa mengeluarkan komentar. “Nggak lapar?” tanyaku padanya.
“Nggak tuh, saya biasanya makan malam nanti setelah jam sembilan malam”, katanya.
“Mau temani aku makan?” kataku memintanya.
Sekilas dia melihat jam tangannya, dan akhirnya, “Boleh, tapi saya tidak ikut makan”.

Kami berjalan ke warung tenda Soto Betawi, tempat aku dulu juga pernah makan dengan Yuni. Kutawari makan, tetapi kembali dia menolaknya.

“Aku minum sajalah”, katanya.

Sambil makan kembali kami ngobrol. Kini aku tahu dia bekerja pada sebuah hotel berbintang. Aku lupa apa namanya dalam dunia perhotelan, yang jelas dia bertugas membantu chef untuk menyiapkan pesanan makanan dari kamar hotel. Aku masih juga berpikir bagaimana mengarahkan pembicaraan kami, tapi belum ketemu juga caranya.

“Sudah yuk, sudah mulai gelap tuh. Aku mau pulang, takut kemalaman dan kelihatannya mau hujan”, ia mengajak keluar warung setelah kami selesai makan.

Kami kembali ke halte dan duduk diatas bangku semen. Aku sudah kehabisan akal bagaimana cara mengajaknya main kuda-kudaan. Aku sudah gelisah. Akhirnya kuputuskan tembak langsung saja. Untung-untungan. Kalau dapat ya aku untung, kalau ditolak bahkan didamprat atau dimaki ya buntung. Paling kalau dimaki, tinggalin pulang saja. Toh dia juga tidak tahu alamatku, hanya tahu namaku saja.

“Yan, jangan marah ya! Aku mau ngajak kamu check in..”, kataku dengan suara berbisik di dekat telinganya.

Gila juga aku, sudah ngajak orang yang baru kenal untuk check in, bilang jangan marah lagi. Gambling cing! Ia nampak terkejut. Mungkin shock mendengar ajakanku. Ia menatapku dengan ekspresi yang sulit untuk kutafsirkan. Antara kaget, marah dan bertanya-tanya.

“Apa..?” katanya dengan nada tinggi.
“Ke hotel di dekat sini yuk”, kataku. Kali ini dengan mantap. Kepalang basah.
“Nggak, emangnya saya apaan..”, katanya tajam sambil menatapku.

Kubalas tatapannya dengan sedikit senyum. Kutunggu reaksi berikutnya. Ia tidak beranjak dari tempat duduknya. Kepercayaan diriku mulai timbul, peluang fifty-fifty! Kami saling berdiam diri. Kusenggol lengannya dan kuajak lagi.

“Ayolah..”, rayuku.
“Ti.. Dak..!”
“Ngapain di sini kalau begitu?” kataku memancing agar dia marah.
“Suka-suka orang dong”, katanya dengan tenang dan senyum sinis.
“Tuh, mobilnya sudah datang”, kataku sambil menunjuk ke arah mikrolet yang menuju ke arah rumahnya.
“Entar aja. Kenapa sih dari tadi sibuk ngurusin aku terus?” tanyanya ketus.

Aku diam saja. Tapi melihat situasinya, peluang meningkat jadi 70:30. Setengah jam lebih berlalu dan kami masih di situ. Berdiam diri dan memandang ke arah deretan kemacetan lalu lintas di depan kami. Aku sengaja menunggu sampai dia pulang atau menyerah. Toh pada jam-jam begini jalan masih macet juga.

“Benar nih, nggak mau..”, pancingku.

Yanti diam saja sambil memainkan tali tasnya.

“Ya sudah aku mau pulang, sudah gelap”, kataku sambil berdiri.

Ia kelihatan ragu-ragu. Aku semakin yakin dapat menguasai keadaan. Aku masih berdiri sambil pura-pura melihat ke arah mikrolet yang mendekat.

“To.. Anto..”, dia memanggilku pelan. Aku menoleh dan kulihat air mukanya masih menampakkan keraguan.
“Kenapa..?” tanyaku sambil duduk di sebelahnya lagi. Kutatap dia dan ia mengangguk pelan.
“Tapi sebentar saja ya, aku nanti pulangnya kemalaman nggak dapat kendaraan”, katanya lemah.

Aku menarik napas dalam-dalam dan menghembuskannya keras-keras.

“Akhirnya..”, kataku dalam hatii.

Kami berjalan berdampingan. Kusentuh tangannya dengan jariku. Ia menoleh dan tersenyum kecil. Tidak berapa lama kami sudah berada di dalam kamar hotel. Aku membuka sepatu dan kemejaku lalu membaringkan badan ke atas ranjang yang empuk. Lumayan, dari tadi duduk di bangku semen yang keras. Rasanya ada kenikmatan tersendiri bisa memenangkan situasi ini. Yanti ikut membaringkan tubuhnya disampingku.

“Kamu tadi kok begitu gigih ngajakin aku tidur di sini sih?” tanyanya memecah kesunyian.
“Namanya juga usaha, kali-kali aja berhasil. Ternyata kan..”.
“Iya sih, aku tadinya ragu-ragu. Tapi melihat kegigihanmu aku mulai berpikir lain. Sudah tiga tahun aku tidak pernah melakukannya lagi. Selama ini tidak ada yang tertarik padaku, maklum sudah tua dan kendor. Kalaupun ada yang naksir, paling-paling duda yang sudah di atas lima puluhan. Kamu sendiri masih muda kenapa begitu gigih merayuku?”
“Jujur saja, aku belum pernah naik kuda Sumbawa dan minum susu kuda liar yang fresh, dan sekarang aku bisa merasakannya”, kataku menggodanya.
“Hussh, .. Kebanyakan berkhayal dan termakan iklan kamu ini”, katanya sambil tertawa.
“Aku mandi dulu, badanku terasa lengket”, katanya kemudian.

Ia membuka pakaiannya. Meskipun dia membuka pakaiannya di dalam kamar sehingga aku bisa melihatnya secara utuh seluruh tubuhnya, namun karena bentuk tubuhnya yang sudah kendor dan jika dinilai secara obyektif sebenarnya tidak menarik, maka adik kecilku belum bereaksi. Pantat dan payudaranya sudah turun, tapi perutnya lumayan, masih datar.


Kembali fantasi tentang kuda Sumba dan susu kuda liar melintas. Adrenalinku mulai naik. Kususul dia ke kamar mandi setelah aku membuka celana dan celana dalamku yang kulemparkan saja ke lantai kamar. Kubuka pintu kamar mandi, Yanti terkejut. Ia sedang menikmati guyuran shower dan tangannya sedang menyabuni selangkangannya.
capsa | capsa online | daftar domino online | poker capsa | hawaiqq | game capsa susun online | game online capsa susun | whatsapp | game kartu | game capsa susun |

Kupeluk dia dari samping dan kuciumi belakang telinganya. Kuremas payudaranya. Kurapatkan selangkanganku di pinggangnya. Ia menggelinjang. Di bawah siraman shower kami saling berpelukan dan berciuman. Ciumannya tidak dalam. Kucoba untuk melumat bibirnya. Ia hanya membalas saja tanpa berusaha untuk mengambil inisiatif lainnya. Kujilat dan kulumat puting payudaranya. Meskipun payudaranya sudah kendor, namun putingnya yang besar masih keras dan kenyal. Yanti selesai mandi dan kubiarkan ia keluar dari kamar mandi duluan. Aku masih menyabuni tubuhku dan mulai mengocok penisku. Tentu saja sekedar pemanasan. Alangkah konyolnya jika ada sasaran tembak namun peluru ditembakkan sembarangan percuma.

Setelah selesai mandi, aku keluar kamar mandi dengan hanya dibalut handuk dan ternyata Yanti sedang tiduran terlentang. Sebelah kakinya ditekuk ke atas dan lututnya dilipat. Saya menikmati pemandangan itu dan kejantananku mulai mengeras. Kuterkam tubuhnya dan kuciumi telinga, leher dan payudaranya. Handuk di tubuhku terlepas dengan sendirinya. Yanti memegang penisku sambil memelukku, nafasnya menderu.

“Anto.. Tapi tolong puasin saya malam ini, saya sudah lama tidak merasakan nikmatnya kepuasan bercinta.. Ohh..”.

Kulumat bibirnya dengan rakus, tangannya bergerak ke bawah dan sebentar kemudian sibuk mengocok penisku. Aku melepas lumatanku pada bibirnya. Kedua tanganku mengusap payudaranya dengan gerakan melingkar di bawahnya menuju ke arah puting tanpa menyentuh putingnya. Kemudian gantian punggungnya kuusap dengan usapan ringan sampai dia merasa kegelian.

“Ohh.. Anto.. Nikmat To..!!”

Yanti menancapkan mulutnya di dadaku dengan keras kemudian mengisap dan mengigitnya. Ketika mulutnya dilepas tampak bekas kemerahan daerah gigitannya tadi. Lidahnya kemudian mencari putingku dan menjilatinya.

“Ooohh.. Yanti.., Eeeihh.. Nikmat..”.

Kedua tangannya meremas remas pantatku. Yanti mengangkangkan kakinya sehingga kaki dan pinggangku bisa dijepitnya. Yanti menatapku tajam, sebelah tangannya menggantung dileherku, nafasnya memburu. Ia memejamkan matanya, kucium kening, pipi dan kujilati daun telinganya.

“Yanti aku akan memuaskanmu terlebih dahulu baru nanti kuambil bagianku..”.
“Terimakasih To.. Ohh..”.

Kulumat payudaranya dan tangan kananku meremas remas panyudaranya yang lain, sedangkan tangan kiriku menyusup di antara kedua pahanya, memainkan vaginanya.

“Ouuoh.. To.. Nikmatnya.. Anto..”.,

Tangannya memainkan penisku dan buah pantatku.

Oh.. Aku tidak tahan lagi.., Anto sayy.. Oh.. Aku tidak kuat. Ssshh..”.

Kakinya yang terangkat dan mengangkang membuatku semakin bernafsu. Yanti mengangkat pantatnya. Kupegangi kedua belah pahanya dan semakin kubuka kakinya lebar-lebar. Terlihatlah belahan vaginanya agak kehitaman dengan bagian dalam yang kemerahan, dihiasi rambut tipis.

“Aahh..”, Yanti melenguh panjang, badannya goyang kekanan kekiri, kuberikan rangsangan tambahan. Kujilati pusar dan perutnya, lalu ke paha dan betisnya. Kugigit dekat pangkal pahanya sampai memberkas merah.
“Too.. A n t o.. Kamu.. Oh.., sudah.. Aku enggak tahan..”.

Ditariknya kepalaku ke atas dan didekapkan ke dadanya kemudian diraihnya penisku dan diarahkan ke vaginanya yang becek, dan.. Blesshh..

“Ouuhh.. Ohh..”.

Kutekan pantatku perlahan dan akhirnya masuklah semua penisku ke dalam vaginanya.

“Aahh.. To Ayo.. To Berikan aku..”.

Yanti menaikan pantatnya dan aku menekan lagi pelan-pelan, terus berlangsung beberapa lama, kian lama kian cepat.

“Aku mau keluar..” Yanti memekik.

Aku semakin kencang mengocok vaginanya dengan penisku. Dia diam sejenak sambil memegang lenganku.

“Sudah Yan?”
“Sebentar lagi.. Ohh..”

Tiba-tiba digerakannya pantatnya naik turun agak memutar dengan cepat, batangku terasa mau patah.

“Ah..”. Yanti meremas remas payudaranya dan menjambak rambutnya sendiri dan matanya terpejam. Jepitan kaki di pinggangku menguat. Dinding vaginanya terasa menebal sehingga lubangnya menjadi lebih sempit.

Ia memelukku dan mengulum bibirku, “An.. To.. Aku.. Hggkk.., Ahh.. Nikmatt..” Yanti bergerak liar.

Kutekankan penisku dalam-dalam dan kurasakan denyutan di dinding vagina serta dasar rahimnya. Kurebahkan tubuhku ke atas tubuhnya. Ia masih terus menciumiku dengan lembut. Kubiarkan penisku terendam dalam cairan vaginanya.

“Kamu belum keluar ya..?” Ia mendesah.

Kami diam sejenak. Kuberikan kesempatan untuknya beristirahat dan mengatur nafasnya. Matanya masih tertutup. Sejenak kurangsang vaginanya dengan gerakan pada otot kemaluanku. Ia mendesah dan membuka matanya. Dikalungkannya kedua tangannya pada leherku.

“Sayyang.. Kini giliranku..” kataku berbisik. Ia mengangguk dan tersenyum.

Kugerakkan lagi pantatku naik turun dan memutar. Perlahan-lahan dan semakin lama semakin cepat. Kurasakan vaginanya lebih becek dari semula, namun aku tidak mau menghentikan permainan untuk mengeringkannya. Gesekan kulit penis dengan dinding vaginanya masih terasa nikmat. Gairahnya mulai bangkit lagi. Iapun mengimbangi gerakanku perlahan-lahan. Setelah beberapa saat kemudian gerakannyapun juga semakin cepat. Kuangkat pantatku sampai tinggal kepala penisku saja yang menyentuh bibir vaginanya, dengan gerakan cepat dan bertenaga kuhempaskan lagi ke bawah. Badannya terguncang.

Kurapatkan pahanya, kemudian kakiku menjepit kedua kakinya. Aku menurunkan tempo permainan sambil beristirahat sejenak. Sesaat kemudian kukembalikan pada tempo semula. Aku hanya menarik turunkan penisku sampai setengahnya saja. Jepitan vaginanya lebih terasa. Kurasakan aliran darah di penisku semakin cepat.

“.. Yanti.. Aku mau keluar..”.
“Tunggu.. Kita bareng.. A.. Nnto..”

Kukangkangkan kakinya kembali. Kedua betisnya kujepit di ketiakku. Dalam posisi demikian maka vaginanya terbuka lebar sekali.

“Anto..”. Tubuh Yanti menegang.
“Yanti aku juga.. Mau.. Ohh..”.
“Ahh.. Nikmatt”.

Cairan vaginanya bertambah banyak, sementara itu ujung penisku berdenyut denyut. Tubuhnya bergerak seperti kuda Sumbawa yang melonjak-lonjak liar.

“Yanti.. Oh.. Kukeluarkan.. Dimana..?”
“Di dalam saja.. Aku sedang dalam masa tidak subur..”

Dan kemudian.. Crot.. Crot.. Crot.. kutumpahkan spermaku di dalam guanya sampai menetes-netes keluar.

“Tahan sebentar.. Ahh..”.

Iapun mendapatkan orgasmenya setelah berusaha sesaat sebelum penisku berhenti menyemprotkan pelurunya. Kutekankan lagi penisku, denyutan pada otot-otot kemaluan kami saling memberikan kenikmatan ekstra. Aku berguling ke samping. Kami berpelukan dengan badan bersimbah keringat.

“Makasih To.. Yach”, Yanti lagi melumat bibirku.
Kubalas dengan ganas, tetapi ia melepaskan lumatannya dan berkata “Sudah malam, lain kali pasti akan kuberikan lagi”.
“Terima kasih kuda Sumbawaku. Terima kasih kasih untuk susu kuda liarku”, kataku.

Selama beberapa bulan kemudian, setiap dua minggu sekali ia menelponku untuk mengajak berpacu. Sengaja kubiarkan dia yang meminta. Bukannya aku tidak butuh, namun aku berpikir kadang-kadang bisa saja tiba-tiba aku mendapatkan pengalaman bersama wanita lain, sehingga biar Yanti saja yang aktif meminta kupacu. Setiap kali bertemunya, fantasi kuda Sumbawa selalu ada dalam pikiranku.

Tergoda Dengan Tubuh Seksi Ibuku


KUMPULAN CERITA SEX - Aku ingin memperkenalkan diriku dahulu namaku jimmy sungguh cerita ini memang tidak pantas , tapi karena keresahan hati aku menekatkan untuk mengshare , saat ini umurku 19 tahun aku menjadi mahasiswa PTS di Surabaya, keluargaku adalah broken home kedua orang tuaku berpisah saat aku berumur masih kecil.

Aku tinggal bersama ayahku, singkat cerita sampai suatu hari dia terlibat masalah di luar negeri dan lalu aku tinggal bersama ibu kandung dan adikku.
Ibu kandungku sangat seksi dan cantik meski usianya sudah 36 tahun, sedangkan adikku sangat manis dan merangsang meski baru berumur 14 tahun, mungkin ini dikarenakan tubuhnya yang tumbuh dengan pesat sehingga tonjolan di tubuhnya terlihat menggairahkan.

Nafsu seksku sangat besar, hampir setiap hari aku melakukan onani akibat ga kuat menahan gejolak sex. Setelah 3 minggu aku tinggal bersama mereka, timbul nafsu birahiku untuk menyetubuhi ibuku.
download capsa susun | permainan capsa susun | domino kiu kiu | domino qiu qiu 99 | judicapsa | agen bandarq | daftar poker online | bandarq | SITUS POKER | AGEN ADUQ | ADUQ | SITUS JUDI ONLINE

Bagaimana tidak terangsang melihat wajah cantik yang dewasa dan menggairahkan serta tubuh yang seksi luar biasa (mungkin dikarenakan ikut senam). Setiap ibuku mandi, aku selalu menyempatkan diri untuk mengintipnya. Sambil melihat aku pun melakukan onani sampai-sampai maniku berceceran di lantai tempatku mengintip.

Setiap hari aku melakukan aktifitas ini tanpa takut ketahuan oleh ibu maupun adik dan pembantuku. Terkadang kalau tidak sempat, aku tidak membersihkan bekas maniku karena takut ibuku lebih dulu datang. Aku tidak tahu dia sadar akan hal ini atau tidak, tapi yang pasti sampai 3 minggu ini masih aman.

Pada pagi hari ibu menyiapkan sarapan untukku, aku duduk di meja makan menunggu sarapan tiba. Waktu itu adikku sudah berangkat sekolah, sedangkan pembantuku belanja ke pasar. Kulihat ibuku hanya memakai celana dalam, sedangkan bagian atasnya dia hanya memakai kaos, sehingga tonjolan dadanya terlihat sekali.

Mungkin dia tidak risih berpakaian demikian karena seisi rumah biasanya hanya wanita, tetapi aku yang melihatnya membuat jantungku berdegup kencang dan darah mudaku pun mendesir. Apalagi sarapan yang kumakan kebanyakan menambah libido, sehingga birahiku pun semakin tinggi.

“Say.., celanamu kenapa..?” tanyanya.
Memang pada saat itu batang kemaluanku tegang sekali sampai terlihat dari luar celana. Saking kagetnya ditanya demikian, gelas yang sedang kuminum pun tumpah, untung tidak pecah.
“Kalau minum pelan-pelan dong, Sayang..” sahutnya sambil mendekatiku dan mengelap tumpahan air di bajuku.


Begitu dia mendekat aku merasa tidak tahan lagi. Aku segera berdiri dan memeluknya serta menghisap lehernya. Waktu itu otakku sudah keruh dan tak perduli apa-apa lagi.
“Say, jangan.. aku ini ibumu..,” hanya itu yang dia katakan, tetapi dia sedikit pun tidak melawan, malah kemudian membiarkan aku membuka kaosnya sehingga tubuh indahnya pun terlihat. Aku pun mulai menggerayangi seluruh tubuhnya, payudaranya yang besar kuhisap seperti pada waktu aku masih bayi, dan tanganku kupakai untuk memijat payudara sebelahnya serta untuk memeluknya.
| SITUS DOMINO | permainan kartu remi | capsa susun online | capsa susun |

Setelah itu daerah erotis lainnya pun segera kunikmati seperti dadanya, ketiak, sampai akhirnya aku terduduk mengarah persis di celana dalamnya. Kulihat waktu itu CD-nya sudah basah sekali, lalu kutarik CD-nya ke bawah dan langsung aku melakuan oral seks di liang kewanitaan ibuku.

Waktu itu terciumlah bau khas wanita yang sebenarnya kurang sedap, tapi bau itu merupakan bau terindah yang pernah kucium dikarenakan nafsuku sudah memuncak.
Aku pun menciumi permukaan memek nya sambil lidahku menari-nari di daerah paling sensitifnya, perbuatanku ini membuatnya melonjak seperti kesetrum.

“Cukup Jim, hentikanlaah.. aah..” katanya tetapi tangannya terus memegangi kepalaku yang tenggelam di selangkangannya, bahkan menahanku untuk tetap menjilatinya.
Saat lidahku menjilati klitorisnya dengan lembut, tidak lama kemudian tubuh ibuku mengejang dengan hebat, dan desahannya semakin keras.

Aku tidak perduli lagi dan terus menjilati kemaluan ibuku yang memuncratkan cairan-cairan kental saat dia mencapai orgasme tadi. Kuhisap semua cairan yang keluar, meskipun rasanya aneh di lidah tetapi terasa nikmat sekali.

Kemudian ibuku yang terlihat lelah melepaskan kepalaku dan duduk di kursi makan. Aku pun segera berdiri dan melucuti pakaianku. Dia tampak terkesan melihat batang kemaluanku yang besar dengan panjang kira-kira 15 cm dan berdiameter 4 cm.

Ketika aku mendekat, ibuku mendorongku hingga aku terduduk di kursi makan dengan sisa tenaganya yang lemas. Kupikir ibuku menolak dan akan marah, tetapi dia segera berlutut mengarah ke batang kejantananku. Mulutnya begitu dekat ke kemaluanku tetapi dia diam saja. Aku yang sudah tidak tahan segera mendorong kepalanya menuju batang kejantananku.

Ibuku langsung mengulum penis ku dengan penuh nafsu. Hal itu terlihat dari kulumannya yang liar dan berirama cepat serta tangannya menggosok pangkal kemaluanku. Sambil dia melakukannya, kubelai rambutnya dan merasakan kenikmatan yang luar biasa, tidak terkira dan tidak dapat kulukiskan dengan kata-kata. Sampai akhirnya aku merasa tidak tahan lagi, air maniku menyembur di dalam mulut ibuku.

Dia segera memuntahkannya, dan kemudian membersihkan sisa-sisa air mani yang menetes di batang kejantananku dengan mulutnya. Melihat batang kejantananku masih tegang, dia segera naik ke pangkuanku dan membimbing burungku memasuki sarangnya.

Akhirnya tenggelamlah seluruh batang kemaluanku ini ke liang senggamanya. Gila.., rasanya luar biasa sekali. Meski aku sering jajan, tapi kuakui liang kewaniataan ibuku ini terasa nikmat luar biasa dibanding lainnya.

Dia mulai naik turun menggosok batang kejantananku sambil memeluk kepalaku sehingga aku berada persis di belahan payudaranya. Hal itu kumanfaatkan untuk menikmati sekitar wilayah dadanya. Akhirnya dia berada di puncak orgasmenya, dan langsung mengerang kenikmatan.

Aku pun mulai kewalahan menghadapi goyangannya yang semakin liar, dan akhirnya muncratlah air maniku untuk kedua kalinya di dalam liang senggamanya. Kami pun lalu saling berciuman dengan mesra. Kemudian tanpa berkata apa-apa, dia langsung menuju kamar mandi dan membersihkan badannya.

Waktu itu aku sadar bahwa aku telah menyetubuhi ibuku sendiri, karena merasa bersalah aku segera meninggalkannya untuk berangkat kuliah setelah berbenah, sementara dia masih di kamar mandi. Aku tidak tahu apa nantinya yang kulakukan dan bingung menghadapi ini semua.

Saturday, September 28, 2019

Mengasih Berkas Ke Tante Tyas


KUMPULAN CERITA SEX  - Umurnya kira-kira antara 38-40 tahunan tapi wajah dan bodinya kelihatan lebih muda 10 tahun. Sebut saja namanya tante Tyas. Tante Tyas ini bekerja di instansi pemerintah di mana ibuku juga bekerja di sana, jadi mereka teman sekantor.

Kisah ini berawal seringnya aku disuruh oleh mamaku untuk menyerahkan berkas-berkas pekerjaan kepada tante Tyas. Sehingga aku pun menjadi akrab dengannya.
| game kartu | game capsa susun | domino qiu | main capsa online | daftar capsa online |

Pada malam itu seperti biasanya mama menyuruhku ke tempat rumah tante Tyas untuk menyerahkan berkas-berkas pekerjaan tersebut, sekalian aku berpamitan keluar untuk bermain.
Kuketuk pintu rumahnya beberapa kali sampai capek ku menunggu di depan rumahnya.
| download capsa susun | permainan capsa susun | domino kiu kiu | domino qiu qiu 99

Kok kelihatan sepi, apa pada bepergian, tapi mobilnya tante Tyas ada di garasi, gumamku dalam hati. Tak lama kemudian pintu dibuka oleh wanita muda kira-kira umurnya 20 tahunan yang ternyata adalah pembantunya tante Tyas.
?Tante Tyas-nya ada mbak Arum?, tanyaku padanya.
?Oh ada dik Miki, masuk dulu tante Tyas masih mandi?, kata mbak Arum sambil menyalakan lampu ruang tamu.
Aku duduk termenung sendirian dan untuk yang kesekian kalinya aku meminum sirup dingin yang sedari tadi disuguhkan oleh mbak Arum. 5 menit kemudian dari ruang tengah tampak tante Tyas keluar dari kamar mandinya dengan tubuh cuma ditutup oleh handuk.
?Wow padat juga tubuhnya ya,? kataku dalam hati.

?Eh dik Miki, udah lama ya nunggunya?.
Aku masih tetap terpaku melihat tubuhnya yang indah dan padat berisi yang tidak tertutup seluruhnya oleh handuk tersebut.
?Dik, lihat apa?an sih kok cuman bengong??

?Eh anu??. ?te lihat?.. susu eh lihat paha ding?. eh nggak lihat apa-apa kok ?te?, jawabku kebingungan.
?Dik Miki ini ada-ada saja. Disuruh ibu ya, di kamar tante saja ya nyerahin berkasnya, tante tunggu lho!?
Aku tambah kebingungan, kok tumben ngomong kayak gituan. Dengan polosnya aku ikuti kata-katanya tadi.

Sampai ku di depan pintu kamarnya ku ketuk pintu itu, dan dari dalam terdengar jawaban untuk menyuruhku masuk. Ku buka pintu kamarnya dengan hati-hati. Setelah ku masuk di kamarnya, betapa kagetnya aku melihat tubuh mulus telanjang tante Tyas telah terlentang menantang di atas ranjang.
?Ini kan yang selama ini kamu bayangkan dan inginkan dariku, ya kan Mik??
Aku tidak menjawabnya karena aku masih belum sadar dari kebingunganku atas apa yang kulihat di depan mataku sekarang ini.

?Sini Mik, naik ke ranjang puasin tante ya, nggak perlu malu, ini kan yang kamu penginin?
Aku menuruti kata-kata tante Tyas dengan naik ke ranjangnya. Tiba-tiba tanganku dipegangnya lalu diarahkan ke payudaranya yang kira-kira berukuran 34c. Diletakkannya tanganku dan kuremas-remas payudaranya yang sebelah kiri dan kepalaku menciumi dan mejilati payudaranya yang sebelah kanan dengan birahi yang sudah meninggi.
?Oouugghh? oouugghh?. sedot terus Mik ?. oouugghh.. digigit dong!!!?, tante Tyas rupanya sudah terlelap dalam birahinya juga. Matanya merem melek menikmati payudaranya yang sedang kunikmati. Tiba-tiba tante Tyas melepaskan bajuku dan menyuruhku untuk terlentang.

Ternyata tante melepaskan juga celanaku dan memlorotkannya dengan nafsu yang bergelora. Seperti apa yang kuharapkan terjadi juga, penisku dilumat-lumatnya, disedotnya sampai gemetar tubuhku dibuatnya. Aku bergelinjangan menahan kenikmatan yang pertama kali aku rasakan.
?Mik, cium dong memek tante!?

Kucium memeknya yang berbulu tipis dan berbau wangi, rupanya tante Tyas merawat milik-nya dengan baik. Tante tyas bergelinjangan, mendesah-desah karena kujilati memeknya. Kumain-mainkan ?kacang?-nya dengan lidahku dan kadang-kadang kutusuk lobang memek-nya. Tubuhnya semakin kehilangan kendali, semakin kurasakan lembabnya memeknya karena tubuhnya dirangsang dengan hebat.

?Mik tante sudah tidak kuat nih, masukin dong penismu!?
Bleeesss?? bleeesss?.. bleeesss?? kusodok-sodok dengan keras dan tante Tyas mengimbanginya dengan goyangan pinggul dan pantatnya.
?Tante, Miki udah mau keluar? uuuhhhh? oooohhh?. uuuuhhh?.?
?Tahan Miki? yeaah? ooouuuh? ?
Goyangan tante Tyas semakin liar yang membuat diriku semakin tidak tahan lagi, yang akhirnya? crrooott?. crrooottt?.


Dan di dalam memeknya terasa hangat oleh cairan yang membanjir bersamaan dengan bergetarnya tubuh tante Tyas.
?Oouugghh?.. ooouuuhhh? yeaahh.. yeaahh? uuhh? aku puas Mik, makasih ya !?
Kuambil bajuku dan kupakaikan meskipun tubuhku penuh keringat yang bercucuran. ?Besok temenin tante lagi, ya Mik!?, desah tante Tyas dengan tubuh lemas dan masih bertelanjang.
| judicapsa | agen bandarq | daftar poker online | bandarq | SITUS POKER | AGEN ADUQ | ADUQ | SITUS JUDI ONLINE

Sesampaiku di rumah langsung disambut oleh mamaku, aku pun menjadi ketakutan kalau-kalau mamaku tahu apa yang baru saja terjadi. ?Darimana saja kamu, main-main saja jadi lupa belajar, sudah sana ke kamar belajar?. Aku pun lega ternyata mamaku tidak tahu, aku pun berlari menuju kamarku sambil tersenyum karena aku telah menikmati apa yang belum aku rasakan sebelumnya.

Setelah kejadian itu, aku dan tante Tyas berbulan-bulan lamanya melakukan affair yang sangat hot. Kami lakukan itu kadang-kadang di rumah tante Tyas, kadang di hotel, kadang pernah juga di rumahku kalau lagi kosong. Pokoknya di mana ada tempat untuk bercinta pasti tidak akan kami lewatkan.

Hingga suatu malam di rumah tante Tyas seperti biasanya aku datang ke rumahnya. Aku langsung disambut mbak Arum, yang aku yakin dia sudah tahu tentang affairku dengan nyonya-nya.
?Masuk aja mas Miki,ibu sudah menuggu dari tadi?, sambutnya dengan ramah. Aku langsung masuk ke kamar tante Tyas dan kubuka langsung celana dan bajuku. Tante Tyas pun melakukan hal yang sama.

?Kok lama sih Mik, tante kan udah kedinginan nih!?, kata tante Tyas dengan manja dan menghampiriku untuk memeluk tubuhku dan menciumi bibirku, memasukkan lidahnya di mulutku sehingga lidahku pun saling ber-?silat lidah?. Sambil kucium ku buka tali BH-nya yang masih melekat di tubuhnya dan lalu kuciumi puting payudaranya yang sudah mengeras. Tante Tyas kubikin merem-melek.

Kudorong tubuhnya ke ranjang lalu kubuka celana dalamnya, langsung kuciumi memeknya yang sudah lembab. Kujilat-jilat naik turun dan kugigit ?kacang?nya, begitu seterusnya sambil tanganku meremas-remas payudaranya.

?Ouugghh? oouugh? oouugghh? terus Mik? tante suka seperti ini?.. oouuugghh?.. yeeaahhh?.?.
Dan kubalik arah tubuhku sehingga membentuk angka 69. Tante Tyas melumat-lumat penisku keluar masuk mulutnya dan memainkan lidahnya di ?helm? penisku. Juga sesekali dia memainkan lidahnya di ?telur? ku dari pangkal sampai ujung. Aku pun semakin terangsang menciumi memek-nya yang semakin membanjir.

?Oohh? uuhh? oouuhh? Mik Tante sudah tidak kuat lagi nih? ouughh? tante mau keluar, Mik?.
?Aku juga ?te aahhh? uuhh? aku keluarin di dalem mulut ya ?te.. aahhh? uuuhhh.. aauuhhgg?.?
Tubuhku kami semakin menghebat dan kurasakan air maniku keluar deras ke mulutnya. Begitu juga mulutku terasa kemasukan lendir yang warnanya seperti air susu.

Kami pun rebahan saling berpelukan, dan 5 menit kemudian kami melakukan aktifitas senggama yang dari tadi belum kami lakukan. Langsung kumengkangkangkan kakinya sehingga memeknya terlihat jelas dan sangat tepat juga mudah untuk di-?tusuk? oleh penisku yang berukuran 15 cm dalam keadaan menegang.

Bleess? bleesss? keluar masuk penisku di memeknya yang disertai desahan yang menderu deru tante Tyas. ?Ouggh? oouuugghh? eemmmmhhh?. uuhhh? yeahh.. uuuhh? yang keras dong Mik?. aahh.. uuhhh.. yeeahh..?. Semakin kurasakan basah di batang penisku, membuatku lebih bernafsu.

Kami pun berganti posisi, aku yang dibawah dan tante Tyas di atas menduduki tubuhku. Goyangan pantat dan pinggulnya kulihat jelas mengocok-ngocok penisku. Merem-melek tante Tyas sambil mendongakkan kepalanya merasakan kenikmatan yang tiada taranya. Kudorong-dorong pantatku ke atas untuk menyeimbangkan gerakannya yang semakin menggila.

?Oh? oouuhh? Mik? Ouugh? enakkk? ouugh? yeaah? terruuusss?.. yeeaahh?.?.
?Tante aku mau keluar nih, udah nggak kuat? oogghh? uuuhhhh? mmmhhhh?.?
?Tunggu dulu? Miikk??.. mmhhh? yeeaahh? tahan dulu Mikkhh?.!?, lirih tante Tyas menahan kenikmatan yang hampir memuncak.
JUDI ONLINE TERPERCAYA | 8 GAMES 1 USER ID | AGEN CAPSUN | SITUS DOMINO | permainan kartu remi |

Goyangan kami pun semakin menggila, ke kanan-kiri, naik-turun dan tiba-tiba tubuh tante Tyas bergetar dan bergelinjang hebat, kurasakan cairan yang hangat dari dalam memek tante Tyas.
?Oouugghh?.. uuuhh? uuugghh?.. yeaaaahh?. mmmhhhh?.. ouugghh yeaahhh?. uuuhhh? mmmmmhhh? aaahhhh?. yeeaahhh? tante sudah keluar Mik, sekarang giliran kamu, cayang!?
Kulepas penisku dan langsung diraih oleh tangannya tante Tyas untuk dimasukkan ke mulutnya, dikocok-kocok oleh tangannya yang lembut lalu dimasukkan lagi ke mulutnya, dimain-mainkan oleh lidahnya. Tidak lama kemudian maniku pun keluar. Crooott?. crooottt?.. crooottt?. kusiramkan ke wajah tante Tyas dan dia menjilatinya dengan nikmat seperti menjilati es krim yang sudah mencair. Kita berdua pun tergelepar dengan keringat yang masih bercucuran setelah sedikit bekerja keras untuk mendapatkan satu kenikmatan. Tubuh kami yang masih bertelanjang saling berpelukan dan saling menciumi bibir dengan mesra.

Bernafsu Besar Yang Mengajakku Mesum Di Kantor


KUMPULAN CERITA SEX - Aku kenal seorang cewek yang namanya Rika (bukan nama asli), dia wanita yang bekerja di perusahaan asing, masih berumur 21 tahun dan masih perawan, tahunya perawan? Yah sejauh dia sudah sering cerita sama aku soal segala hal soal dirinya dan juga setelah aku coba sendiri.
capsa | capsa online | daftar domino online | poker capsa | hawaiqq | game capsa susun online | game online capsa susun |

Lagian aku takut dosa, kalau sampai membobol perawan, tidak kuat menanggung perasaannya. Pokoknya gitu deh.. okeh lanjut. Aku ketemu dia lewat suatu chatting program, tanpa sengaja kita ketemu dan terus hubungan kita makin dalam gara-gara teman aku yang sudah duluan tahu sifat dalamnya dia, cuma sayangnya temanku sudah punya pacar dan aku pas masih single-single saja.
Tidak tahunya Rika adalah wanita bernafsu besar dalam hal seks, namun dia masih ingin mempertahankan keperawanannya.

Jadi cuma boleh sebatas di luar menyentuh bibir kemaluan, nggak sampai menerobos ke dalam. Lah, lagian perempuan kalau sudah di dalam posisi seks gimana bisa menolak? (bisa-bisa diperkosa laki-laki) namun aku bukan tipe yang kaya begitu.

Suatu hari aku diundang ke kantornya, bertandang aku ke kantornya sore-sorean, terus dia senang sekali melihat aku datang, karena sudah lama tidak ketemu, namun pertama kali ketemu tidak sampai se-hot ini akhirnya. Sesampai di kantornya langsung tanganku ditarik ke kantornya.

Terus dia menunjukkan ruangan kerjanya, yang mana dia biasa chatting sama aku lewat komputer. Ruangannya memang tertata rapih dan punya kesan eksklusif dan lagi tampaknya kantornya terawat rapih dan masih baru, yang pasti perusahaan asing lebih bermodal dari perusahaan lokal.

Oke, lalu kita duduk-duduk berdampingan sambil menyalakan chatting program, sambil ngobrol-ngobrol, saya berusaha terus dempet-dempet badan dia, sambil berusaha membelokkan pembicaraan ke arah-arah seks, yang mana sering kita bicarakan lewat chating line dan katanya dia sering mastrubasi di rumahnya kalau sehabis chat sama aku di hari kerjanya, malahan dia pernah mastrubasi langsung di WC kantornya, lagian nggak tahan aku pancing-pancing gairah seksnya, dengan membayangkan seolah-olah aku ada di situ dan menyapu seluruh tubuhnya dengan ciuman dan jilatan dan sentuhan-sentuhan, terutama bagian vitalnya yang selalu di usahakan lebih hot dengan seolah-olah penisku di gosok-gosok di sekitar klitorisnya dan Rika tahu betul cara menikmati mastrubasi dan juga mudah terpancing napsunya.

Lalu setelah saya dempet-dempet akhirnya aku cium pelan-pelan pipinya dan dia diam saja dan setengah menolehkan wajahnya seraya memberikan bibirnya, langsung saja saya beri ciuman-ciuman yang melumatkan di sekitar permukaan bibirnya sambil memainkan dari atas ke bawah dan menggigit-gigit dan menyedot bibirnya. Mungkin dia kaget dengan cara ciuman aku yang begitu ?handal?, namun aku tidak pernah bilang sama dia kalau aku sudah tidak perawan sebagai laki-laki.


ku selipkan pelan dari balik baju di bagian punggungnya, naik ke atas ke arah tali BH-nya, lalu dikeluarkan lagi, tangan yang sebelah lagi remas-remas payudaranya dari balik bajunya, dia cuma merem-merem saja mencoba menikmati, sampai tanganku mulai nakal mencoba melepaskan tali behanya dari belakang, dia sedikit takut kalau sampai ada orang yang memergoki, lalu dia berusaha membenahi pakaian, namun behanya sudah tercopot dan aku tarik keluar, sambil aku cium-ciumin, dia cuma senyum saja.
whatsapp | game kartu | game capsa susun | domino qiu | main capsa online | daftar capsa online | JUDI ONLINE TERPERCAYA | 8 GAMES 1 USER ID | AGEN CAPSUN | SITUS DOMINO

Penisku sudah tegang sekali dari balik celana, lalu aku minta dia duduk di atas anuku (masih pakai celana). Dia ragu-ragu namun saya sedikit memaksa, akhirnya dia mau juga, aku tanya dia berasa tidak kalau anuku sudah keras, dia lalu menurunkan tangannya remas-remas kepala penis aku, terus dia ngangguk-ngangguk saja. Aku ajak tangannya supaya menyelipkan ke dalam celanaku biar megang batang kebahagiaanku yang sudah sebegitu keras, ?duhh.. sudah basah nihh?, kata dia memelas.

Langsung tanganku juga nyelip ke dalam celana panjangnya yang sudah dilonggarkan sedikit, turun pelan-pelan mengenai daratan yang ditumbuhi bulu-bulu yang terasa lebat sekali dan rapat, sampai ke bawah sekali, uhh, rupanya siapa yang sudah lebih basah.
Rika cuma merem-merem saja saat liang kewanitaannya di bagian yang berjendolnya aku main-mainin pakai jari dan begitu saya dorong jari saya ke lubang kenikmatannya dia tidak begitu suka, dia lebih suka di main-mainkan di bibirya saja yang berasa kayak ada kacang basah begitu ?Lebih nikmat? kata dia begitu.

Akhirnya sambil saya main-mainin. Aku bisik-bisik terus minta cari ruangan di mana saya bisa telanjang berdua dan berhubungan badan dengan dia, dia nya pertama-tama masih takut, takut dipergoki satpam yang berjaga-jaga di luar. Cuma akhirnya dia sudah nafsu juga dan akhirnya menarik tangan saya ke salah satu ruangan yang lain.

?Awas.. ini kantor bos aku.. kudu ati-ati..? katanya. Aku narik salah satu bangku yang ada dan duduk diatasnya. seraya meloroti celanaku dan dia terkejut lihat penisku yang panjangnya 15 cm sudah mengacung-acung, dia juga melucuti pakaiannya satu-satu dan seraya mengarahkan kedua pahanya di antara kedua kakiku.

Aku pegang pahanya yang basah oleh keringat dan menciumi payudaranya yang mengeras, ujung putingnya cukup besar dan dia begitu kenikmatan saat di puntir-puntir oleh lidahku dan disedot-sedot begitu hebatnya. ?.. Rik.. masukin dongg.. ssh masukin dong?, pintaku, namun karena masih perawan, dia coba duduki anuku yang kejang dan mengarahkan lubang senggamanya ke anuku, masih susah ?. Duh anuku masih rapet nih..? katanya mendesah, ?.. Susah? desahnya.

Akhirnya kami hanya mengadu-adu kemaluan kami berdua, ughh.. begitu nikmatnya, walaupun nggak dimasukin namun tetap saja rasanya tidak kalah hebatnya, karena cairan yang dikeluarkan dari Rika sudah sedemikian banyaknya, membasahi permukaan selangkangannya dan penisku.
| permainan kartu remi | capsa susun online | capsa susun |

Suara gesekan bulu kemaluan yang gemerisik dan pantatnya yang kuat menggoyang-goyang, aku pun tidak mau kalah menghentak hentak ke atas anuku, ?ohh.. shh? ahh.. ughh.. ahh.. aduh, tidak kuat lagi,.. Enak banget, ahh?? Cratt!! crrtt, cairan putihku pun berhamburan kemana-mana, membasahi rambut-rambut kemaluanku dan kemaluan Rika, dia tersenyum manja.
Lalu Rika si wanita bernafsu besar mengambilkan aku tissue dan lalu membenahi pakaian dan pergi ke WC untuk membersihkan diri.

Mulusnya Ibuku Nikmatnya Kakakku


KUMPULAN CERITA SEX - Cerita ini adalah cerita yang benar-benar terjadi. Tapi nama-nama dalam cerita ini terpaksa kusamarka untuk kepentingan privasiku. Sebelumnya akan Saya ceritakan sedikit tentang latar belakang keluargaku. Aku (Anto), usiaku kini 23 tahun anak bungsu dari dua bersaudara. Kakakku Atik lima tahun lebih tua dari aku. Aku berasal dari keluarga sederhana ayahku sebagai mantri dan ibuku sebagai bidan di puskesmas yang sama. Kami tinggal di sebuah kota kecil di Jawa Timur.
daftar poker online | bandarq | SITUS POKER | AGEN ADUQ | ADUQ | SITUS JUDI ONLINE

Cerita ini bermula sekitar sepuluh tahun yang lalu dan berlangsung terus sampai saat ini. Malam itu karena hawa panas sekali aku tiba tiba terbangun aku lihat jam dinding di kamarku waktu menunjukkan pukul setengah dua belas malam. Aku tidur sekamar dengan kakakku (satu kamar dua ranjang). Kamarku berada tepat disamping kamar ayahku, di dinding antara kamarku dan kamar ayahku ada sebuah jendela yang tak pernah dibuka lagi, kebetulan ranjang yang aku tempati ada di bawah jendela kayu tersebut. Entah kenapa pada saat itu aku iseng mengintip ke kamar Ayah.

Ternyata malam itu Ayah dan ibuku sedang melakukan hubungan seks (aku tahu itu karena walaupun usiaku masih 13 tahun aku waktu itu sudah sering nonton BF bareng teman-teman dan sering pula onani). Untung lampu kamar Ibu tidak pernah dimatikan, jadi aku dapat melihat dengan jelas lekuk tubuh ibuku dengan jelas. Aku sangat terangsang melihat tubuh ibuku yang sedang telanjang, padahal sebelumnya aku tidak pernah terpikir untuk melihat lekuk tubuh ibuku walaupun sering ibuku berganti baju tanpa menutup pintu. Atau beraktifitas di dapur dengan rok yang minim, keluar dari kamar mandi hanya berlilit handuk. Entah setan apa yang ada dipikiranku malam itu sehingga aku sangat terangsang sekali menyaksikan Ayah dan ibuku sedang telanjang.

Kulihat Ibu sedang menggenggam kontol ayahku dan jari-jari ayahku sedang masuk ke dalam vagina ibuku. Ibuku terlihat seksi di usianya yang ke 42 tahun kulit Ibu tampak mulus sekali walaupun agak sedikit gemuk, vaginanya tembem sekali susunya agak sedikit turun dengan pahanya yang gempal dan lipatan lemak di perut Ibu. Tak lama kemudian aku lihat Ayah berusaha memasukkan kontolnya ke vagina Ibu (aku maklum Ayah orang yang kolot jadi tak ada acara oral seks setiap kali melakukan hubungan seks). Ibuku menggoyang pantatnya seiring dengan ayahku menaik turunkan pantatnya.

?Bu, enak sekali Bu ah.. ah..? kata ayahku sambil nafasnya ngos-ngosan.
?Iya Pak sampai mentok rasanya..? jawab ibuku gaya yang dipakai Ayah Ibu-ku cuma gaya konvensional, tak lama berselang pantat ayahku terlihat berkejat kejat tanda orgasme. Lalu Ayah turun dari tubuh ibuku dan pergi kekamar mandi sekarang tinggallah tubuh ibuku yang telentang melepas lelah dan tampak pejuh ayahku keluar lagi dari vagina Ibuku.

Aku makin tak tahan maka aku mulai mengeluarkan kontolku yang sudah siap dikocok. Sedang asyik mengocok tiba tiba aku dikagetkan kakakku yang menggeliat berubah posisi tidurnya. Otak isengku kembali muncul karena melihat selimut dan daster kakakku tersingkap. Aku segera berdiri dan pelan-pelan naik keranjang Atik. Aku mengambil posisi dibelakangnya, lalu aku singkap celana pendekku kukeluarkan kontolku lalu pelan pelan aku tempelkan ke pantatnya dan aku sodok sodokkan ke pantatnya yang masih tertutup celan dalamnya. Tanganku aku taruh ke susunya, ternyata ia tidak pakai BH lalu kuremas pelan pelan.

Tiba tiba ia terbangun aku segera diam dan pura-pura masih tidur. Perasaanku waktu itu sangat kacau antara takut dan terangsang campur jadi satu. Setelah ia menoleh ke arah ku dan menepis tanganku ia kembali tidur lagi. Aku berpikir keras apakah ia tahu apa yang sedang aku lakukan sebab aku tidak sempat menutup celanaku. Pelan pelan kembali aku mencoba goyang-goyangkan pantatku lagi dan Atik tak bereaksi aku rasa ia pura pura tidur, tangankupun kembali aktif membelai belai susunya.

Susu kakakku agak kecil dibanding susu ibuku tapi punya kakakku lebih keras dan putingnya sangat kecil. Aku makin yakin ia pura-pura tidur karena nafasnya makin memburu. Tidak puas hanya bermain susu maka tanganku berusaha masuk celana dalamnya tanganku bergerak gerak diluarnya, terasa agak lembab dan licin rupanya ia terangsang juga. Saat aku berusaha memasukkan jariku ke dalam lubang dimemeknya tiba tiba ia berbisik.


?Jangan Tok..? Aku kaget setengah mampus..
?Aku masih perawan Tok..? katanya lagi.
?Aku kepingin sekali Mbak? kuberanikan diri untuk menjawabnya.
?Sebenarnya aku juga pingin, tapi jangan dimasukin nanti aku tidak perawan lagi?
?Terus gimana dong?? kataku.
?Pakai ini..? katanya sambil menunjuk bibirnya lalu ia segera memegang kontolku dan segera memasukkan kontolku dalam mulut nya.
domino qiu | main capsa online | daftar capsa online | JUDI ONLINE TERPERCAYA | 8 GAMES 1 USER ID |

Dari gerakannya sepertinya ia ahli dalam melakukan ini mungkin sudah terbiasa sama pacarnya. Aku tak mau kalah aku meraih selangkangannya dan menciumi memeknya. Tak lama kemudian tiba tiba laharku seakan mau meledak dan aku tumpahkan semuanya dalam mulut kakakku. Tak lama setelah itu di susul dengan erangan halus kakakku tanda ia orgasme juga.

?Kamu nakal..? kata kakakku setelah memuntahkan seluruh pejuhku ke selembar tissu.
?Mbak cantik sih..? kataku merayu.
?Sudah tidur sana.?
?Lain kali lagi ya? kataku lagi.
?Idih maunya?? jawabnya.

Aku segera tertidur dengan senyum kepuasan. Keesokan harinya kulihat kakakku bersikap biasa seperti tak pernah terjadi apa apa. Tapi yang berubah justru aku, aku kini jadi semakin binal sebab aku jadi suka sekali memperhatikan lekuk tubuh ibuku dan kakakku. Hampir setiap malam aku mengintip kegiatan Ayah dan Ibu. Rupanya mereka doyan juga hampir tiap malam aku saksikan mereka melakukan itu. Pantas tiap hari ibuku pasti mandi basah. Sedangkan aku sendiri makin sering curi-curi kesempatan untuk melihat keseksian tubuh ibuku dari dekat.

Pernah suatu saat aku memperhatikan ibuku yang sedang ganti pakaian. Dan pada saat itu aku menyadari kenapa aku sangat tergila gila pada tubuh ibuku. Tubuh ibuku sangat ideal walaupun sedikit gemuk. Ia sangat rajin merawat tubuh, ia sering luluran sehingga kulitnya putih bersih. Yang aku suka dari tubuh ibuku adalah kulitnya yang putih dan pahanya yang gempal. Ibuku memang suka teledor dan sembarangan sehingga hari-hariku selalu aku manfaatkan untuk memperhatikan kemulusan tubuh ibuku. Kalau malam aku selalu melampiaskannya pada kakakku hampir tiap malam aku melakukan dengan kakakku, walaupun kami melakukannya sampai bugil kami saling menjaga agar tidak sampai memasukkannya ke dalam memeknya.

Pernah suatu saat kami mencoba memasukkan ke lubang pantatnya tapi tidak jadi karena sangat sakit katanya sehingga aku tidak tega meneruskan. Kakakku sangat cantik dan mulus sekali sehingga ketika melihat ia telanjang saja aku sudah sangat terangsang. Jadi hampir setiap malam aku dipuaskan oleh kakakku dengan cara oral.

Sampai pada tahun lalu saat persiapan pernikahan kakakku. Kakakku meminta pengertian dari aku untuk segera menghentikan hubungan terlarang ini, aku setuju saja. Tapi ini cuma bertahan dua bulan. Waktu itu suami Kakak Saya ke luar kota untuk suatu urusan kakakku menginap dirumah kami. Saat itu sebenarnya aku cukup kikuk dalam bersikap dengan kakakku (mengingat kami sudah berjanji). Lalu pada malam itu kami kembali tidur dalam sekamar. Kami sama-sama kikuk. Aku sangat gelisah dan tidak bisa tidur, aku perhatikan begitu juga kakakku.

?Belum tidur Tok..??? kata kakakku.
?Iya nih susah banget tidurnya..? jawabku.

Lalu tiba tiba kakakku pindah keranjangku sambil berbisik.

?Pingin.. Ya..?
?Tapi kan sudah janji..?
?Nggak apa deh Mbak juga lagi pingin nih? katanya sambil meraih kontolku.

Akupun tak ingin kalah segera kulucuti bajunya segera pula kuraih susunya dan aku jilati putingnya. Kini ia merosot sampai bawah perutku dan segera memasukkan kontolku ke dalam mulutnya. Segera aku menggenjotnya lalu ia menahan pinggulku sehingga menghentikan genjotanku.

Lalu ia berkata, ?Masukin sini aja tok..? katanya sambil menunjuk memeknya.

Wah asyik nih.. Ini yang aku tunggu tunggu pikirku. Maka segera saja aku mengambil posisi siap tembak. Lalu pelan-pelan Mbak Atik mengarahkan kontolku ke memeknya. Aku dapat merasakan betapa sempit dan hangatnya vagina kakakku ini.

?Pelan pelan Tok.. Agak sakit..?
?Soalnya punya kamu lebih gede dari punya Mas Ari..?

Memang sih aku dapat merasakan sempit sekali dan masih berasa seperti kretek.. kretek.. Lama-lama aku goyang terus dan aku kembali bertanya.. ?Enak nggak Mbak??
Lalu ia menjawab, ?Iya Tok sudah mulai enak lebih terasa dari punya Mas Ari..?

Aku genjot terus sampai kira kira lima belas menit saat mau keluar tiba tiba ia berbisik.

?Jangan di keluarin di dalem tok nanti aku hamil anakmu..?

Maka ketika aku ingin orgasme cepat-cepat aku cabut dan aku kocok di atas perutnya sehingga pejuhku menyembur ke perut dan susunya.

Hari itu kakakku menginap di rumahku selama seminggu jadi setiap malam aku puaskan birahiku bersama kakakku sampai pagi. Akhirnya aku bisa benar benar menikmati vagina kakakku tanpa takut perawannya rusak. Untuk menjaga supaya tidak hamil aku selalu tumpahkan pejuhku di luar dan kadang kadang dimulutnya. Berbagai macam gaya dan variasi aku praktekkan bersama kakakku tapi dengan pelan pelan taku didengar Ayah Ibu. Kakakku ini nafsunya sangat besar seperti ibuku ia maunya tiap malam pasti mengajakku untuk mengulanginya lagi.
domino qiu | main capsa online | daftar capsa online | JUDI ONLINE TERPERCAYA | 8 GAMES 1 USER ID |

Sekembalinya kakakku ke rumahnya aku kembali kesepian. Sekarang hari hariku kuisi dengan mengintip ibuku yang masih tampak seksi di usianya yang kepala lima sambil onani, tapi kegiatan ini kuanggap mengasyikkan juga aku makin betah tinggal di rumah, kadang kalau siang aku melihat Ibu tidur siang dengan rok yang menyingkap ingin sekali aku meraba pahanya yang mulus tapi aku tidak berani melakukan itu. Sesudah itu aku melakukan onani di kamarku sepuas puasnya.

Pernah suatu saat aku kepergok ibuku saat onani dan aku lupa mengunci pintu kamarku. Ibu nyelonong masuk aku cepat-cepat menutupi kontolku dengan bantal. Ibu pura pura tidak tahu dan berkata, ?Ibu kira kamu keluar.. Tok?
Sejak saat itu aku selalu mengunci kamarku bila ingin onani. Kini aku selalu menunggu saat saat kakakku bisa menginap di rumah kami (biasanya satu bulan sekali).

Ngentot Sambil Tidur


KUMPULAN CERITA SEX - Cerita ini berawal dari ketidaksengajaan yang terjadi dari beberapa orang yang tidur bersama disebuah ruangan tempat meraka melalukan KKN atau praktek kerja nyata salah satu perguruan tinggi di Semarang. Mahasiswa yang menjadi pemeran utama dalam cerita panas ini minta untuk nama dan tempat kejadian disamarkan! terima kasih cerita dewasannya bos nice story for me, berikut cerita dewasa pura2 tidur sambil ngentot..

Waktu terus berjalan dan tak terasa sudah memasuki bulan kedua aku menjalani KKN di sebuah kecamatan, di kota Semarang. Kami bersama 5 cewek dan 3 cowok termasuk aku, kelompok ku sudah berintegrasi dengan masyarakat Bonomerto. Sudah merasakan susahnya melaksanakan tugastugas berat selama KKN. Keluar masuk pedesaan yang belum pernah dikenal sebelumnya. Jalan masih berbatu belum diaspal. Bila malam hanya diterangi lampu minyak karena belum terjangkau listrik. Mandi di sendang terbuka tanpa dinding. BAB di sungai dengan air jernih yang mengalir deras. Benarbenar kehidupan yang alami dan eksotik.
| permainan kartu remi | capsa susun online | capsa susun | download capsa susun

Dalam melakoni hidup seharihari dalam keadaan yang serba darurat itu, kami yang datang dari berbagai daerah dan berasal dari jurusan dan fakultas yang berbeda, tidak jarang mengalami konflik karena bertahan pada prinsip perjuangan masingmasing, tetapi selalu berakhir dengan happy karena bersamasama menyadari, bahwa nama baik pribadi dan almamater menjadi taruhan di desa pengabdian ini. Kesibukan yang menguras tenaga dan pikiran, ditambah dengan kesulitan yang selalu muncul, membuat kelompok kami semakin kompak. Merasa senasib seperjuangan menderita dan bahagia bersama.

Jika ada satu atau dua di antara kami sedang pulang ke Semarang, terasa sekali ada yang hilang. Kalau ada yang sakit, seisi Posko bergantian merawat dan memberi perhatian. Mesraaa sekali hubungan persaudaraan kami. Mendekati berakhirnya masa KKN, dibalik rasa senang karena tugas berat sudah berakhir, terbersit rasa sedih, takut berpisah dan tidak ketemu lagi. Kadang sampai larut malam kita tidak tidur, berkumpul di kamar depan, karena hanya ada dua kamar di posko itu. Aku pegang gitar, mengiringi temanteman menyanyi lagulagu nostalgia. Lelah menyanyi berbicangbincang membicarakan masalah pribadi, bahkan mencurahkan rahasia terdalam.

Tentang keluarga, tentang pacar masingmasing, tentang suami atau isteri masingmasing. Para Pembaca perlu tau, bahwa ketiga cowok sudah berkeluarga, tetapi hanya 1 cewek yang sudah berkeluarga, Mbak Etty atau temanteman panggil beliau Bu Etik. Yang empat itu masih gadis, tetapi mereka mengaku sendiri sudah tidak perawan lagi. Benarbenar tak ada rahasia di antara kami. Karena sudah mengantuk dan lelah ada yang tertidur di situ juga, malas masuk kamar. Akhirnya sampai pagi kita tidur di kamar depan semua. Hari pertama atau itu malam pertama kita tidur bersama di satu tempat. Tak terjadi apaapa sampai pagi. Semua bangun pagi dengan selamat tak kurang suatu apa.

Penarikan mahasiswa KKN tinggal 10 hari lagi. Semua sibuk finishing program masingmasing. Aku dan Mbak Etty kebagian mempersiapkan pentas seni. Kita bekerja berpacu dengan waktu. Kami benarbenar sudah lelah lahir batin. Sampai di Posko sudah jam sembilan malam. Seperti sudah ada kesepakatan sebelumnya, kita tidur jadi satu lagi. Endah dan Mbak Etty mengapit aku. Endah memelukku . Kaki Bu Etik menimpah pahaku, berat. Joko berpelukan dengan Yuni, Ponijan yang mirip Temon itu malah dipeluk dua cewek cantik, Marsitah dan Duwik.


Karena kaki Bu Etik cukup berat, maka terpaksa kuangkat, akibatnya selimutnya mlorot dan pahanya yang mulus itu terpampang jelas di depanku. Berdesir darahku, tapi kucoba tepis pikiran kotor yang melintas sesaat. Bu Etik itu ternyata cantik juga, mirip Camelia Malik. Kesibukan tugas membutakan mataku terhadap kecantikan ibu beranak satu ini. Karena sibuk mengurusi kaki Bu Eti, aku terlepas dari pelukan Endah. Aku meluruskan kaki dan membenahi letak sarungku, bermaksud tidur lagi. Begitu aku merebahkan diri, meletakkan kepala di bantal, Bu Etik langsung miring ke arahku dan memeluk aku !! Entah sengaja atau tidak, tangannya tepat di atas kemaluanku. Hangatnya tangan Bu Etik terasa sekali. Membuat si kecil itu mengedut dan pelanpelan bangkit. Akal sehatku bermaksud menyingkirkan tangan nakal itu, tapi bisikan setan lebih kuat, maka kubiarkan tongkat wasiatku membesar dan memanjang. Sekarang, tangan Bu Etik bergerak mengurut kemaluanku yang masih tertutup sarung. Genggaman tangannya semakin erat, tapi semakin lembut. Kuamati matanya, masih tertutup.

Tapi aliran nafasnya bukan seperti orang tidur, nafasnya berat dan cepat. Aku belum berani bereaksi, masih raguragu dan juga kawatir kalau menyinggung perasaan beliau, jika kuhentikan. Dia adalah Kepala Sekolah yang berwibawa. Kalau aku berani pegang dia dan marah, bisa panjang urusannya. Satusatunya yang aman kulakukan adalah membebaskan si kecil dari CD dan sarung yang membuatnya terjepit. Setelah tidak terhalang sarung, telapak tangan Bu Etik semakin terasa panas menggairahkan. Badanku panas dingin. Menahan rangsangan itu sampai gigiku gemeletuk seperti kedinginan. Kesadaranku makin lama makin hilang, otak sudah dikuasai rangsangan birahi yang menggelegak. Tanganku segera mencari sasaran.

Kuraba sudut gelap di pangkal pahanyaastaga.tak memakai CD dan sudah banjir..?? Karena posisiku berhadapan tetapi lutut Bu Etik melipat ke depan, aku pindah ambil posisi di belakang beliau. Kini aku menghadap ke arah Endah, tetapi berada di belakang punggung Bu Etik. Wanita cantik setengah baya ini masih merem, tetapi tangannya terus mencari kemaluanku. Saat penisku kutempelkan di vaginanya yang berambut lebat itu, tangannya aktif menuntun masuk dan ..blesssssdiiringi dengusan nafas Bu Etik dan dengkur halus orangorang di depanku, aku terus maju mundur menyodok lubang basah Ibu Kepala Sekolah ini.
| permainan capsa susun | domino kiu kiu | domino qiu qiu 99 | judicapsa | agen bandarq | daftar poker online | bandarq |

Dinding vaginanya meremasremas tongkatku. Jika Endah membuka mata, tentu melihat pemandangan indah, bagaimana tongkat hitam jelek membelah bibir merah sumber keniKmatan. Lubang itu mengeluarkan cairan berbusa yang mengakibatkan tongkat hitam itu dipenuhi busa putih. Lendir kenikmatan. Tusukan itu begitu dalam menembus rahim wanita stw yang cantik ini. Wajahnya yang anggun masih terpejam. Buah dadanya seakan mau tumpah keluar, terguncangguncang karena sodokansodokan yang menggetarkan. Lama berpisah dengan keluarga, menjadikan wanita anggun ini kehausan. Cerita Dewasa Terbaru Ngentot Sambil Tidur enak

Tibatiba Bu Etik meluruskan kakinya dan mengubah posisi tidurnya telentang. Kucabut penisku dan kini kutusuk dari atas. Tanpa menyianyiakan kesempatan, kubuka selimut yang menutupi dadanya. Kunaikkan beha hitamnya dan muncullah penampakan luar biasa. Buah dada yang montok , kenceng dan putih. Tak sabar bibirku ngenyot puttingputting merah jambu itu bergantian. Di bawah sana, pantat Bu Etik bergerak mutermuter disertai desahan lirih; Uuhhhh.uhhhh.uhhh.. Seluruh pahanya kini terbuka dan dinaikkan, kedua tangannya memegang pahanya yang merapat ke dadanya, sehingga lubang kenikmatannya semakin lebar. Memudahkan penisku untuk keluar masuk. Mengetahui beliau sudah semakin basah mendekati orgasme, gerakan kupercepat, makin cepat dan oohhhhh kukeluarkan cairan kepuasan itu di dalam!!!! Bu Etik langsung tidur tanpa membereskan kainnya yang tersingkap dan buah dadanya yang luber ke manamana. Maka kurapikan seperti semula. Di wajahnya terlihat senyum kepuasan. Kini nafas Bu Etik mengalir teratur. Dengkurnya halus.

Beliau sudah tertidur pulas membawa mimpi indah. Tak lama aku pun menyusul menuju ke pulau impian. Tapi tengah malam sekitar jam dua aku terbangun oleh suara berisik. Aku tidak bangun, hanya membuka mata, dan meilhat pemandangan langka. Marsitah yang putih mulus itu bertelanjang dada, sedang naik kuda. Ponijan cowok hitam berotot tapi berwajah lugu itu, ngorok keras, sementara tongkat hitamnya yang besar keluar masuk lubang kenikmatan Marsitah yang ayu. Tangan Sitah meremasremas payudaranya sendiri. Gerakannya liar semakin lama semakin cepat. Sampai akhirnya dia ambruk di dada Ponijan yang terus ngorok seperti suara gergaji. Ternyata jika nafsu sudah bicara, cewek seayu Marsitah bisa makan dengan lahap bodin Banyumasnya Ponijan yang hitam legam itu. Memikirkan hal itu ototku tegang lagi. Sayang sekali, tidak lama kemudian sudah terdengar azan Subuh. Tapi KKN belum berakhir.

close
Banner iklan disini